Setelah malam berganti pagi,
Cahaya matahari menyinari kelopakku,
Mencoba memperlihatkan ada kamu yg bersembunyi,
Ada apa?

Meskipun belum terjawab,
Hati ini resah,
Selalu memikirkanmu,
Apa kamu baik-baik saja?
Bagaimana harimu?
Sudahkah kamu bahagia?

Bagai seorang yang tak punya rumah,
Aku tak tahu diri,
Tahu dia punya orang lain,
Masih saja diharap.

Kala mengharapkanmu,
Padi-padi berderet menjadi tirai,
Semakin memikirkanmu,
Kamu semakin tidak terlihat,
Frustasilah aku, bak orang gila.

Tepuk saja pipi ini biar aku cepat tersadar,
Bukan kamu satu-satunya,
Meski aku tidak pernah berusaha memandingkanmu,
Sangat terlena dengan senyuman manismu.

Doa serupa mengiringi agar kita bisa bersama,
Nyatanya padi telah menjadi tirai tinggi yang sulit dirobohkan,
Sia-sia saja,
Cinta yang makan beribu waktuku..

By, Annisa Meidiana

Foto: https://id.pinterest.com/pin/548031848387288778/

Advertisements