Aloha!

I wanna share my story about how I end up as a KPop fans for 11 years!

Here we go..

Gue nggak tahu kapan tepatnya suka banget dengan lagu-lagu KPop. Sejauh yang gue ingat, gue selalu nontonin drama Korea di TV. Ingat kan dulu drama Korea sempat nge-hits banget di pertelevisian Indonesia. Sejak drama Meteor Garden, saat itu channel-channel TV Indonesia gempar menayangkan drama-drama Asia, mulai dari kolosal Mandarin, percintaan India, sampai akhirnya ada drama Korea!

full_house_drama

Sumber Foto

Nah, gue masih ingat banget drama Korea pertama yang gue tonton di TV dan entah kenapa jadi ketagihan nonton drama Korea. Drama Korea pertama yang gue tonton adalah… Full House! Yeep! Siapa yang nggak tahu drama itu? Hits banget pada zamannya. Full House itu dibintangi sama Hallyu Actor and Actrees, Bi Rain dan Song Hye Kyo. Mereka pun yang menjadi aktor dan aktris Korea pertama yang gue kenal. Bahkan gue nggak tahu kalau Bi Rain itu sebenarnya penyanyi bukan aktor. Maklum karbitan. Tapi setelah cari-cari tahu, akhirnya gue merembet nontonin MV dan dengerin lagu-lagu Bi Rain.

c-rain-singapore-concert-2016

Sumber Foto

INI! Gejala menjelang dapat penyakit demam KPop itu bermula dari kekepoan yang nggak berujung. Berakhir dengan mencari tahu mereka sampai ke seluk-beluknya. Kalau sudah terjangkit, itu susah banget buat sembuh. Bahkan rasanya seperti makin menjalar ke seluruh badan. Korban riil salah satunya itu gue, wkwk..

Nah, setelah tahu kalau penyanyi asal Korea Selatan itu not bad, gue berpikir kalau ada cetakan macam Rain lainnya di sana. Gue cari tahu lagi modelan penyanyi kayak Rain, tapi saat itu belum menemukan karena range pengetahuan gue itu sebatas drama Korea. Jadilah gue meneruskan ketagihan gue nonton drama Korea. Banyak banget drama-drama Korea yang gue tonton, tapi cuma beberapa yang jadi favorit. Misalnya, Full House, My Lovely Kim Sam Soon, Coffee Prince, dan Oh My Lady. Sampai akhirnya gue menonton drama Korea yang genre-nya mirip Meteor Garden. Karena rasa penasaran yang meluap, akhirnya gue coba nonton drama Korea yang berjudul, Boys Before Flowers aka BBF. Anyone knows it? I bet everyone knows it, hehe..

boys-before-flowers_20180324_201415

Sumber Foto

Gue nontonin BBF. Religiously mengikuti mereka di TV dan pasti gue yang nggak sabaran ini, berburu DVD bajakan di tempat langganan. Gue ngumpulin satu per satu keping DVD yang isinya cuma 1-3 episodes. Itu demi nggak ketinggalan dan memuaskan rasa penasaran karena di TV itu lama cuma tayang 1 minggu sekali. BOOM! BBF has changed my life! Everything has changed! Gue nggak pernah melihat hidup gue dengan cara pandang yang sama lagi.

I’m crazy about them! I mean, F4! Goo Jun Pyo dan kawan-kawannya itu berhasil membuat gue makin terperosok masuk ke dalam dunia drama Korea. Nah, penyakit kepo kambuh ketika mendengarkan original soundtrack (OST) BBF. As you may know, drama Korea itu selalu memproduksi original soundtrack buat dramanya itu. Mereka nggak pernah menggunakan soundtrack dari sumber selain original. That’s why I loved Korean Drama so much! They are so awesome, right? Anyway, setelah mendengarkan OST BBF, gue mulai kepo dengan siapa aja, sih, yang mengisi OST BBF itu? Gue cari tahulah. Mulai dari itu, gue menemukan pengisi OST BFF yang bernama SS501.

00096299

Sumber Foto

Gue sadar SS501 ini bukan penyanyi solo semacam Rain karena dari namanya saja sudah bisa diperkirakan bukan? Gue mulai mencari tahu SS501 itu siapa, sih? Lalu jjeng jjeng! Gue menemukan fakta bahwa di Korea Selatan ada yang namanya boyband dan girlband. Saat itu gue cuma tahu, Amerika dan Jepang yang satu-satunya memproduksi boyband dan girlband. Fyi, sebelum tertarik drama Korea, gue itu Japan Ottaku! Semua hal yang berbau Jepang itu gue ikutin. Mulai dari film, drama, musik, fesyen, sampai makanan pun gue konsumsi. I religiously follows Japan trends! LOL.

Back on track, gue mulai nontonin MV SS501 satu per satu. Di situlah penyakit yang pernah menjangkit gue setelah mencari tahu Rain kembali. Anehnya, penyakit itu lebih ganas dari waktu Rain. Tanpa berpikir panjang, I decided to leave Jepang dan beralih ke Korea. ONLY BECAUSE OF SS501 DISEASE! Gue mendengarkan lagu dan menonton MV SS501 dengan sangat religius. Mulai dari era pre debut sampai golden era mereka, gue ikutin! Gue cari seluk-beluk boygroup itu.

Oh iya, kenapa di awal gue sempat menyebut boyband/girlband, lalu sekarang jadi boygroup? Alasannya simple, persepsi orang soal boyband/girlband itu lebih negatif dibandingkan boygroup/girlgroup. Boyband/girlband notaben dipercaya sebagai segerombolan cowok/cewek yang menyanyi sambil menari dan mayoritas dari mereka suka sesama jenis/ kalau cowok sering disebut “banci”.¬† Akan tetapi, di Indonesia orang lebih kenal dengan sebutan boyband/girlband. Awal-awal digunakan hanya untuk pengenalan saja.

But, to be honest, I hate those people yang melabelkan mereka banci. Ini pandangan objektif gue, bukan sebagai KPop fans, ya! Ingat, melabelkan seseorang itu termasuk bentuk bullying, lho!

Oke, balik lagi ke cerita gue soal SS501. Gue masih ingat banget lagu pertama SS501 yang buat gue terjerumus ke dunia per-KPop-an. Judulnya Because I’m Stupid, OST BBF. Mungkin buat para fans SS501 dulu menganggap gue anak bawang karena tahu mereka dari OST BBF. Tapi I’m a fast learner. Dengan waktu kurang dari seminggu, gue sudah hafal nama-nama member SS501, lagu-lagu mereka, bahkan nontonin variety show mereka. Kalau diminta sebutin judul-judul variety show mereka, jujur, gue sudah lupa. Nggak ada satu pun yang keingat. Maklum, itu 11 tahun yang lalu.

Setelah kenal SS501, perjalanan gue mengenal K-Pop pun dimulai dan semakin jauh. Range-nya bukan lagi drama Korea atau sekadar mendengarkan OST saja.

Cerita lanjutannya ada di PART II. Coming Soon…

Cheerio!

Advertisements